Abstrak
Pada usia dini merupakan usia dimana anak masa pertumbuhan anak sangat penting untuk di jaga keseimbangannya, termasuk dalam pengaturan pola makan anak agar anak tidak mengalami obesitas. Obesitas merupakan ketidakseimbangan antara pola asupan makan dengan energi yang di keluarkan hingga menimbulkan lemak berlebih. Dalam pengaturan pola makan anak usia dini memberikan efek samping yang sangat berpengaruh pada proses pertumbuhannya. Beberapa dampak buruk yang di akibatkan dalam kegitan makan yang tidak beraturan dan juga tidak seimbang dengan apa yang di butuhkan oleh tubuh. Mengatur pola makan dan menyeimbangi gizi dengan baik memberikan proporsi tubuh yang seimbang pada anak sesuai usianya. Anak yang memenuhi kebutuhan gizi dan memiliki pola makan yang teratur serta energy yang di keluarkan seimbang dengan asupan yang masuk akan memiliki kesehatan yang baik hingga jangka waktu usia 18 tahun. Pada saat usia dini cenderung mengikuti ke arah anak dewasa, ketika anak mengalami kegemukan anak ketika remaja cenderung akan mengalami kegemukan juga.
Kata kunci: Obesitas, Anak Usia Dini, Pola Makan
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dalam perkembangan saat usia dini mempengaruhi setiap tumbuh kembangnya anak di masa yang akan datang. Pertumbuhan anak sendiri pengatusran pola makan juga harus di perhatikan dan pola makan yang baik menjadikan pertumbuhan anak juga baik. Pada saat sekarang ini tingkat obesitas meningkat setiap tahunnya. Hal ini di sebabkan oleh asupan gizi yang di terima dan energi yang di keluarkan anak tidak seimbang dan pengaturan pola makan anak juga mempengaruhi tingkat asupan yang di terima anak. Orang tua sangatlah berperan penting dalam pemenuhan gizi anak dan pengaturan makan anak. Dan keluarga juga mempengaruhi pada aktivitas pola makan anak. Dalam pemberian pola asupan yang sesuai dengan tahap memenuhi gizi secara optimal pada anak. Orang tua berperan penting dalam proses pemenuhan gizi yangdi terima anak.
Di Indonesia sendiri masalah gizi yang terjadi dalam permasalahan gizi ganda atau kelbizan gizi yang menimbulkan obesitas terjdi pada anak anak hingga dewasa. Obesitas pada anak usia dini sangat banyak pengaruh pada masa yang akan datang. Kelebihan gizi yang terjadi karena makan yang kurang ba terjadi karena pola makan yang kurang baik. Pola makan yang berlebih dapat menjadi faktor terjadinya obesitas. Obesitas yaitu istilah yang di gunakan untuk menyatakan adanya kelebihan berat badan. Menurut data (Riskesdas, 2018) tahun 2018 di Indonesia tercatat 13 provinsi dengan pravalensi gemuk di atas 8% di karenakan di awal kehidupan tidak mendapatkan kecukupan gizi. Direktur gizi masyarakat kementrian kesehatan mengatakan kasus obesitas bermula dari kecukupan gizi. Anak yang mendapatkan gizi yang cukup sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun cenderung lebih kuat dengan kondisi tubuh yang ideal saat tumbuh dewasa. Dalam permasalahan obesitas sendiri pengaturan pola makan yang baik akan mempengaruhi tingkat asupan gizi yang di terima anak. Gizi yang seimbang dan pola makan yang teratur akan memberikan efek samping untuk anak ketika dewasa. Faktanya, dalam penelitian dimuat dalam New England Journal of Medicine, menemukan di dalamnya mayoritas kelompok status gizi anak-anak di usia 5 tahun, misalnya tergolong kurus, normal, atau gemuk, akan tetap bertahan di kelompok status gizi tersebut hingga usianya menginjak 15-18 tahun. Artinya, anak dengan berat badan tergolong obesitas akan tetap memiliki tubuh obesitas sampai usia 15-18 tahun. Begitu pula dengan tubuh kurus, normal, dan gemuk. Menariknya, Antje Körner, MD, dari University of Leipzig, Jerman, serta para rekannya yang meneliti mengenai obesitas anak ini mendapatkan “patokan” utamanya. Rentang usia 2-6 tahun tampaknya menjadi periode penting, di mana sekitar 50 persen anak yang mempunyai berat badan melebihi ternyata mampu memiliki berat badan normal ketika remaja. Sedangkan sekitar 90 persen anak-anak di usia yang sama dengan berat badan obesitas, masih bertahan dengan “cap” tubuh obesitas sampai remaja nantinya. Obesitas pada umunya terjadi karena pola makan yang tidak teratur.dalam mengonsumsi makanan yang serba instan dan kurang melakukan aktivitas yang dapat mengeluarkan energy hingga asupan yang di terima tubuh seimbang dengan energy yang di keluarkan.
PEMBAHASAN
Pola maka yaitu suatu cara atau prilaku individu atau kelompok dalam memilih atau mengkonsumsi makanan setiap hari yang termasuk jenis makanan, jumlah makanan, atau porsi makan seharinya menurut factor yang ada. Menurut (Durán, 2016) frekuensi makan dikatakan baik bila makan setiap harinya tiga kali makanan utama. Pola makan yang sehat paling tidak ada 3 kiteria yang harus di tempuh antara lain jumlah makanan, jenis makanan dan jadwal makan. Jumlah makanan yang di konsumsi harus menyeimbangi jumlah kalori yang masuk dengan jumlah energi yang di keluarkan. Apabila jumlah kalori yang masuk lebih besar dari energy yang di keluarkan maka akan mengalami kelebihan berat badan. Selain jumlahnya, komposisipun harus seimbang seperti karbohidrat 60-70%, protein 10-15%, lemak 20-25%, vitamin dan mineral(A,D,E,K,B,C dan Ca). Pola makan pada balita sangat baperan penting dalam proses pertumbuhan pada balita, karena dalam makanan banyak mengandung gizi. Gizi menjadi sangat penting dalam pertumbuhan memiliki keterkaitan yang sangat erat hubungan denga kesehatan dan kecerdasan. Dalam hal ini pemilihan makanan dan waktu makan di pengaruhi oleh isoa, selera pribadi, kebiasaan, budaya dan social ekonomi (Almatsier, 2009) Pemenuhan nutrisi berguna dalam menjaga kesehatan dan mencegah penyakit.selain kekurangan nutrisi kelebihan makan juga akan berakibat buruk dalam kesehatan anak pola mkan dan makan makanan kurang seimbang juga akan menyebabkan penyakit. Untuk menghindari penyakit akibat pola makan kurang sehat, diperlukan suatu pedoman bagi individu, keluarga atau masyarakat tentang pola makan yang sehat.
Pola makan sehat
Suatu cara atau usaha dalam mengatur banyak dan jenis makanana dalam kesehatan dan dalam mencegah berbagai berbagai penyakit. Pada pengaturan makan sehari-hari seorang harus menjaga makananya dengan kebiasaan sehari-hari. Agar tetap sehat dan terbentuk dengan baik ada beberapa tips yang di kutip dari tabloid ibu dan anak yaitu : (1) Jangan berikan makanan lain sebelum anak makan utama (pagi,siang,sore/malam), (2) Jangan mulai kebiasaaan anak mengonsumsi makanan pembuka atau selingan yang tinggi kalori (manis), (3) Mengusahakan anak mengonsumsi makanan 4sehat 5sempurna tiap hari, (4) Membiasakan menu bervariasi sehingga anak terbiasa dengan bermacam cita rasa, (5) Membiasakan anak makan pada tempat yang semestinya (ruang makan / duduk di kursi makan), (6) Jangan biasakan anak makan sambil digendong berjalan-jalan di depan rumah dan sebagainya, (7) Memberi contoh positif dengan menghentikan kebiasaan jajan orang tua, (8) Membiasakan sarapan pagi agar dapat mengindari kebiasaan jajan, (10) Jangan mulai menuruti semua permintaan anak terhadap makanan kecil (11) Kalau tidak terpaksa jangan biasakan anak makan makanan siap saji di karenakan gizi yang terkandung di dalam tidak seimbang, (12) Menanyakan pendapat anak seperti mau makan apa hari ini. Merupakan suatu proses awal pendidikan agar anak memilih dan bertanggung jawab pada pilihannya (13) Menyediakan wadah makan menarik sesuai ketertarikan anak, (14) Mengusahakan agar menemani anak makan dalam menarik minat anak terhadap suatu makanan
Pengertian Obesitas
Oebsistas yaitu penumpukan lemak yang kelebihan atau di batas wajar yang dapat mengganggu kesehatan (Liengme et al., 2015) penyebab utamanya yaitu ketidak seimbangan dalam asupan dengan pengeluaran energi. Obesitas adalah kondisi dimana di tandai dengan adanya gangguan dalam keseimbangan energi tubuh yang positif akhirnya di simpan dalam bentuk lemak di jaringan tubuh. Menurut (Zol’nikova et al., 1983) obesitas adalah peningkatan berat badan melebihi batas kebutuhan skeletal dan fisik sebagai akibat akumulasi lemak berlebihan di dalam tubuh. Obesitas (kegemukan) adalah ketidakseimbangan antara jumlah makan yang masuk di bandingkan dengan pengeluaran energi. Orang yang gemuk memiliki berat badan berlebihan yang diakibatkan oleh penimbunan lemak tubuh yang berlebihan . Obesitas sendiri adalah sebuah penyakit yang dimana penderitanya mengalami sebuah kondisi badan yang lebih besar dari usia normalnya dan di ukur dari jumlah masa tubuh seseorang itu. Jadi obesitas merupakan peningkatan berat badan yang berlebihan yang dapat mengganggu keshatan dari ketidakseimbangan antara jumlah makan yang masuk dan energi yang keluar yag akhirnya menyimpan dalam bentuk lemak di jaringan tubuh. Obesitas di pengaruhi bebrapa factor yaitu : 1.Keturunan yaitu obebsitas cenderung di turunkan sehingga memiliki penyebab genetic (keturunan) dalam hal ini keluarga tidak hanya berbagi gen tapi juga makan dan kebiasaan gaya hidup, yang mendorong terjadinya obesitas 2.Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap seseorang. Yang termasuk dalam perilaku pola makan seperti berapa kali seseorang makan dan bagaimana aktivitasnya sehari-hari. 3. Meskipun dapat terjadi pada pria maupun wanita , tapi obesitas cenderung di jumpai pada wanita pada saat setelah kehamilan dan saat menopause. Obesitas pada wanita disebabkan karena pengaruh endokrin ini terjadi pada saat-saat adanya perubahan hormonal.4. Seseorang dengan aktivitas fisik yang kurang meningkatkan prevalensi terjadinya obesitas. Kebanyakan orang-orang yang kurang aktif memerukan banyak kalori dibandingkan orang-orang yang melakukan aktivitas.
Pengaturan Pola Makan Anak Usia Dini
Menurut (Amalia & Mardiana, 2016) Anak usia dini adalah anak yang berentang umur 0-6 tahun. Pada usia ini anak sangat membutuhkan gizi yang baik dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Pada bayi 0-6 bulan kebutuhan nutrisi dapat di penuhi dengan ASI sehingga tidak perlu mmengkonsumsi makanan atau minuman. Ini dikarenakan pencernaan anak masih belum sempurna sehingga akan menyebabkan gangguan pencernaan. Pada usia 6-12 bulan makanan padat dengan terstruktur dan kekentalan yang bertahap di berikan pada anak. Makanan pendamping ASI di terapkan pada anak yang dapat belajar duduk, kuat menahan leher dan kepala.berikan asupan sesuai kebutuhan anak dan juga kenali makanan yang tidak memicu alergi pada anak (Amalia, 2016). Biarkan anak mngenali cara makannya sendiri dengan bimbingan orang tua. Pada anak usia1-3 tahun sudah mulai bergerak aktif bahkan rasa ingin tahunya sangat tinggi. Pada usia ini nafsu makan anak cenderung berubah-ubah. Pola makan pada usia ini yaitu dengan menciptakan lingkungan makanan yang menyenangkan sehingga keinginan makan anak meningkat. Memberikan anak pola makan sesuai kebutuhan pada usia ini anak cenderung lebih suka memilih-milih makanan. Pada usia 4-6 tahun kebutuhan kalori mencapai 85kkal / kgBB sehingga pada usia ini anak cenderung lebih tertarik dengan bermain dengan teman lingkungannya dan menurunkan nafsu makan pada anak. Apabila anak cenderung makan lebih sedikit usahakan tetap memperkenalkan waktu makan yang benar. Jika penurunan jumlah makan yang sedikit selingi dengan beberapa makanan ringan di sela ketika sarapan hingga menuju makan siang dan ketika makan siang menuju makan malam tapi tetap harus mempertahankan kandungan yang terdapat dalam makanan tersebut.Upaya dalam menerapkan pola makan anak yaitu menjelaskan waktu yang baik dan benar untuk menjaga kesehatan.berikan pengertian untuk tidak jajan sembarangan dan anjuran membawa bekal ke sekolah. Mempertahankan makanan yang mengandung nilai gizi yang baim untuk menjaga tumbuh kembang anak.
Mencegah Obesitas Pada Anak
Obesitas sangat membahayakan kesehatan tubuh . obesitas tidak hanya terjadi pada remaja dan orang dewasa saja akan tetapi juga pada anak anak. Banyak orang tua yang mengira dan tidak sadar bahwa anaknya menderita kegemukan/obesitas, mereka menganggap bahwa anak yang memiliki tubuh yang gemuk akan terlihat lucu dan pertanda anak itu sehat. Padahal kondisis tersebut dapat berpotensi membahayakan kesehatan anak. Pada umumnya obesitas pada anak terjadi pada saat anak berusia 5tahun (Ilmiah et al., 2013). Pada saat itu anak cenderung dalam masa pertumbuhan dan perkembangan yang aktif dan sulit mengontrol aktivitasnya yang berkaitan dengan pola makan dan kesehatannya. Penyakit-penyakit berbahaya sering kali terjadi pada anak yang mengalami obesitas, hingga tumbuh kembang anak ikut terganggu. Ketika anak mengalami obesitas anak juga mengalami gangguan psikologis dimana kondisi badan anak yang gemuk akan menjadi bahan ejekan teman sepermainannya. Adapun factor penyebab terjadinya obesitas pada anak: factor genetic, kurangnya aktivitas fisik, makanan cepat saji atau yang lebih di kenal dengan junkfood, minuman ringan dan lain-lain. Dalam hal pencegahan obesitas pada anak tahun-tahun awal sangatlah penting, karna anak akan terus mengalami kegemukan saat dewasa nanti untuk itu masa anak usia dini tepat untuk mengatasi kelebihan berat badan, dan memerlukan pengontrolan oleh orang tua.sebagai orang tua sudah semestinya mengetahui hal-hal yang memicu obesitas pada anak. Cara menghindari obesitas pada anak ada bebrapa hal yang harus dilakukan : memperhatikan pola makan anak,menu apa yang di sajikan, usahakan anak selalu aktif bergerak dan batasi kegitan terlalu lama, perkenalkan dan berikan pengertian pada anak tentang makanan yang sehat, biasakan sarapan, perhatikan cara dalam mengolah makanan, mengubah kebiasaan makan, tidur lebih awal
Peran Keluarga Dan Lingkungan Dalam Pencegahan Obesitas Pada AUD
Keluarga merupakan tempat pertama yang memberikan contoh bagi anak dalam perkembangannya. Dalam pengaturan makan pun keluarga menjadi contoh pertama yang di terima anak.dalam kasusnya sendiri anak sejak dini harus dilakukan pencegahan terhadap obesitas. Berikut merupakan hal yang bisa memberikan pengaruh positif bagi anak usia dini agar terhindar dari obesitas: Orang tua harus memperhatikan grafik tumbuh kembang anak, dengan ASI akan mengatur kebutuhan konsumsi anak usia dini dan menjelaskan pola makan yang baik untuk anak ketika anak sudah bisa menilai mana yang betuk dan yang salah dengan pengawasan orang tua. Peran lingkungan dalam pencegahan obesitas dalam usia dini juga dapat di lakukan dengan mengadakan senam sehat di area komplek perumahan setiap hari libur di lingkungan / daerah atau mengadakan pecan olahraga setiap bulan dengan melibatkan anggota masyarkat di sekitar tempat tinggal untuk meminimalisir kegemukan berlebihan (obesitas) dengan melakukan pencegahan.
Dalam kesehatan digunakan pengaturan makan 4 sehat 5 sempurna, 1) karbohidrat lemak sebagai zat tenaga; 2) protein seimbang zat pengembangan; 3) vitamin mineral sebagai zat pengatur. Pedoman 13 pesan dasar gizi seimbang mencegah gizi ganda dan mencapai gizi seimbang guna menghasilkan kualitas sumber dan manusia yang andal. Garis besar pesan-pesan tersebut di jelaskan oleh (TARIGAN, 2015) antar lain : 1.Makanlah makanan yang beraneka ragam. Harus mengandung banyak serta proposi yang imbang menurut kebutuhan masing individu (bayi, balita, anak, remaja, ibu hamil dan menyusui , orang dewasa dan lansia), 2. Makanlah makanan yang memenuhi kebutuhan energy. Dalam kelebihan energy akan mengasilkan obesitas, sedangkan kekurangan gizi menyebabkan marasmus, 3.Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energy, 4.Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kecukupan energy. Dalam mengonsumsi lemak yang berlebih dapat beresiko kegemukan dan dapat menyebabkan penyakit jantung coroner dan stroke, 5.Gunakan garam beryodium. Tidak melebihi 6gram atau sendok teh per hari, 6.Makanlah makanan sumber zat besi seperti kacang-kacangan biji-bijian, 7. Memberi cairan ASIn untuk bayi sampai berumur 4 bulan. makanan pendamping hanya di bolehkan setelah bayi lebih dari 4bulan dan pemberiannya bertahap menurut umur, pertumbuhan serta perkembangan kecerdasan, 8. Biasakan makan pagi, 9.Minumlah air bersih, 10.Lakukan kegiatan fisik atau olahraga teratur 11.Hindari minum-minuman berakohol dan rokok, 12.Makan yang aman bagi kesehatan, 13.Bacalah label pada kemasan.
PENUTUP
kesimpulan
Dalam pengaturan pola makan anak usia dini memberikan efek samping yang sangat berpengaruh pada proses pertumbuhannya. Beberapa dampak buruk yang di akibatkan dalam pengaturan pola makan yang tidak teratur dan juga tidak seimbang dengan apa yang di butuhkan oleh tubuh. Mengatur pola makan dan menyeimbangi gizi dengan baik memberikan proporsi tubuh yang seimbang pada anak sesuai usianya.
Dengan adanya beberapa tips dan kreativitas dari orang tua tentunya membantu anak dalam kecukupan gizi dan asupan yang di terima. Alangkah baiknya jika anak sehat tapi sesuai dengan usianya. Sehat dalam arti kata memiliki badan yang pas pada usia anak itu sendiri. Anak gemuk bukan berarti anak sehat sebagai orang tua juga harus memperhatikan pola makan anak sesuai dengan kebutuhan dan aktivitas anak. Anak tak bisa di paksa ketika makan tapi dengan menarik minat anak terhadap makanan.
Saran
Semoga penulisan ini dapat menjadi pengendalian dalam obesitas pada anak yang di mulai dengan sejak usia dini serta bisa menjadi acuan pengaturan pola makan oleh orang tua yang memiliki anak. Dan mengetahui seberapa penting pengaturan pola makan bagi individu untuk tetap menjaga kesehatan.
